Monday, May 15, 2017

PENGADAAN POJOK ASI AGAR TIDAK MENGHAMBAT KARIR PEREMPUAN

SUDAH DI ANALISIS DENGAN SEGITIGA KEBIJAKAN SEBAGAI BERIKUT:

AKTOR:
·         Melakukan Penelitian
Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI): yang melakukan penelitian mengenai pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dirasa sangat lama untuk ibu yang bekerja
Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI: yang melakukan penelitian mengenai hasil persentase pekerja sektor formal di Jakarta yang memberi ASI eksklusif hanya 32%.
Wanita karir
·         Penyediaan Layanan
RS Cipto Mangunkusumo
Mall besar di Jakarta
·         Sumber Daya Keuangan
Pemerintah
Sektor swasta
Pihak Rumah Sakit
KONTEKS:
Isu pengadaan pojok asi agar tidak menghambat karir perempuan Menjadi perempuan karir seharusnya tidak menjadi penghalang para perempuan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Selain masalah waktu, kebijakan perusahaan dan minimnya fasilitas ruang menyusui di tempat kerja juga mempengaruhi.
·         Konteks situasional
Alasan mereka kebanyakan adalah cemas atau repot harus kembali bekerja dan merasa tidak nyaman meninggalkan pekerjaan. Sehingga menjadi pemicu bayi tidak mendapatkan ASI yang eksklusif.
·         Konteks struktural
Konteks ini di picu oleh beberapan kebijakan di perusahaan yang tidak memungkinkan perempuan untuk sempat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, serta belum adanya kebijakan yang menekankan untuk pengadaan ruang menyusui di tempat tempat umum.
·         Konteks Budaya
Budaya memegang peranan penting sebagai faktor penentu peningkatan derajat kesehatan  kususnya ASI eksklusif. Kemungkinan kurang pengetahuan ibu terhadap manfaat ASI eksklusif, kurangnya informasi pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan yang rendah dll.
·         Konteks Internasional
Peraturan – peraturan ini muncul adalah bagian dari keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan dunia melalui kerjasama lintas Negara dan ikut dalam organisasi WHO sebagai organisasi yang fokus terhadap permasalahn kesehatan dunia kususnya ASI eksklusif.
PROSES:
Pojok ASI diperlukan untuk melancarkan program ASI ekslusif. Selain itu, berbagai manfaat yang didapatkan dari ASI itu sendiri sudah cukup menjadi dorongan agar pemberian ASI ekslusif meningkat kepada bayi di Indonesia. Sehingga, menjadi perempuan karir tidaklah menjadi alasan untuk menghambat pemberian ASI ekslusif apabila ditambah adanya dukungan ruangan nyaman untuk menyusui di tempat-tempat kerja dan tempat-tempat umum.
ISI/CONTENT:
pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dirasa sangat lama untuk ibu yang bekerja karena mereka harus menyelesaikan cutinya sesudah tiga bulan dan kembali beraktivitas. Hal ini diiringi oleh jumlah pekerja perempuan Indonesia yang terus menanjak, yaitu bertambah 2,12 juta dalam empat tahun. Menjadi perempuan karir seharusnya tidak menjadi penghalang para perempuan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Selain masalah waktu, kebijakan perusahaan dan minimnya fasilitas ruang menyusui di tempat kerja juga mempengaruhi.



Menurut penelitian Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dirasa sangat lama untuk ibu yang bekerja karena mereka harus menyelesaikan cutinya sesudah tiga bulan dan kembali beraktivitas. Hal ini diiringi oleh jumlah pekerja perempuan Indonesia yang terus menanjak, yaitu bertambah 2,12 juta dalam empat tahun. Menjadi perempuan karir seharusnya tidak menjadi penghalang para perempuan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Selain masalah waktu, kebijakan perusahaan dan minimnya fasilitas ruang menyusui di tempat kerja juga mempengaruhi. Menurut penelitian terbaru dari Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, persentase pekerja sektor formal di Jakarta yang memberi ASI eksklusif hanya 32%. Selain rendahnya pemberian ASI eksklusif, hasil penelitian lainnya adalah sekitar 45% pekerja perempuan sektor formal berhenti menyusui sebelum empat bulan dan mulai memberikan susu formula atau makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada anaknya. Alasan mereka kebanyakan adalah cemas atau repot harus kembali bekerja dan merasa tidak nyaman meninggalkan pekerjaan.
ASI memberikan banyak manfaat kepada bayi maupun ibu yang menyusui. Menurut Buku Panduan Manajemen Laktasi dari Departemen Kesehatan tahun 2001, ASI dapat mempengaruhi kontak langsung ibu-bayi dengan ikatan kasih sayang karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim. Selain itu, dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf bayi saat menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat berfungsi lebih sempurna.
Kandungan laktoferin, sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan, yang mengikat zat besi di saluran pencernaan sehingga imun bayi dapat lebih baik. Dan kandungan bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
Di tempat umum masih jarang yang terdapat pojok ASI dan walaupun ada, kadang kurang nyaman. Saat dilakukan observasi ke RS Cipto Mangunkusumo, di bagian Poli Anak (foto di ambil pada Jumat, 14 Juni 2013 pukul 11.44) terdapat ruangan untuk menyusui, tetapi belum terlalu nyaman untuk dipakai dan isi ruangan tersebut hanyalah tempat tidur anak dan kursi untuk ibu. Dan berdasarkan wawancara karyawan di RSCM, ada juga ruangan untuk menyusui di Poli THT, tapi karena tidak layak pakai, akhirnya tidak terpakai walaupun ruangannya sudah ada. Poli Anak dan Poli THT berada di lantai yang berbeda, seharusnya sebagai rumah sakit harus menyediakan ruangan menyusui di setiap lantai agar karyawan rumah sakit maupun pengunjungnya dapat menyusui dengan mudah. Tapi di Mall besar di Jakarta, seperti Senayan City sudah memiliki ruangan menyusui yang cukup nyaman. Mungkin karena fasilitas dari Mall itu sendiri sudah memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya. Namun, tidak semua Mall memiliki pojok ASI, contohnya saat observasi ke Kalibata Mall. Seharusnya di tempat-tempat umum memiliki pojok ASI.
Pojok ASI diperlukan untuk melancarkan program ASI ekslusif. Selain itu, berbagai manfaat yang didapatkan dari ASI itu sendiri sudah cukup menjadi dorongan agar pemberian ASI ekslusif meningkat kepada bayi di Indonesia. Sehingga, menjadi perempuan karir tidaklah menjadi alasan untuk menghambat pemberian ASI ekslusif apabila ditambah adanya dukungan ruangan nyaman untuk menyusui di tempat-tempat kerja dan tempat-tempat umum. 
            SEGITIGA KEBIJAKAN

NAMA            : NURMA AQMARINA
NIM                : 1500029267
KELAS           : A