Nama : ANDIKA DWI RIANITA
NIM : 1400029231
Kelas : B
SEKILAS PROGRAM
Program Nusantara Sehat melalui penempatan tenaga kesehatan berbasis tim, dilakukan berdasarkan hasil kajian terhadap distribusi tenaga kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2012. Salah satu rekomendasi kajian menunjukkan bahwa penempatan tenaga kesehatan untuk daerah tertentu lebih baik jika dilakukan berbasis tim. Kajian tersebut ditindaklanjuti dengan uji coba penempatan tenaga kesehatan berbasis tim pada tahun 2014 di 4 Puskesmas pada 4 kabupaten di 4 Propinsi (Prop. Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Maluku dan Papua) dan berhasil meningkatkan kunjungan Puskesmas serta Upaya Kesehatan Masyarakat. Dari segi tenaga kesehatan mereka merasa lebih nyaman karena ditempatkan dan bekerja dalam satu tim. Pada tahun 2015 telah ditempatkan Tim Nusantara Sehat Periode I sebanyak 142 orang di 20 puskesmas pada bulan Mei 2015 dan Tim Nusantara Sehat Periode II sebanyak 552 orang di 100 puskesmas pada bulan Desember 2015.
PENDEKATAN
Pendekatan yang dilakukan program Nusantara Sehat bersifat komprehensif dengan melibatkan anggota tim dengan berbagai jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.
PROSES IMPLEMENTASI
Penempatan 1170 orang tenaga kesehatan akan dilakukan secara berkesinambungan ke 130 Puskesmas dan mereka akan bertugas di masing-masing Puskesmas selama 2 (dua) tahun. Seluruh peserta diberikan pembekalan materi bela negara, keahlian medis dan non-medis serta pengetahuan tentang program – program kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Mereka juga diberikan pemahaman terhadap budaya-budaya lokal sehingga diharapkan mereka dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat dan masyarakat sekitar di daerah penempatan.
Alasan Suka dengan Program Nusantara Sehat
· Mengapa saya suka dan memilih program "Nusantara Sehat" yang merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kemenkes, yaitu karena :
1. Melatih para tenaga kesehatan professional untuk dapat mengembangkan karir serta kemampuan dalam bidang profesinya tidak hanya di daerah yang fasilitas nya sudah lengkap dan memadai saja, tetapi belajar untuk bagaimana dapat menyesuaikan diri di tempat yang sebelumnya asing dan kurang nyaman untuk pertama kalinya. Dimana daerah atau wilayah tersebut masih kekurangan dalam hal penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan, kemudian akses pelayanan kesehatannya masih belum dapat dijangkau dengan baik oleh masyarakatnya, dan jauh dari kenyamanan kota misalnya seperti tidak adanya wisata belanja (tidak adanya mall atau swalayan), sinyal yang terkadang susah yang dikarenakan daerah tersebut wilayahnya terpencil, keadaan lingkungan serta sosial yang berbeda dari sebelumnya.
2. Tim tenaga kesehatan yang tergabung dalam program nusantara sehat secara tidak langsung telah dilatih mental serta kemampuan untuk beradaptasi di wilayah yang sangat jauh berbeda keadaannya dari sebelumnya, serta demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat secara merata di daerah yang terpencil sekalipun yang jauh dari perhatian selama ini. Selanjutnya untuk dapat mewujudkan pembangunan kesehatan di wilayah yang pencapaian pelayanan kesehatannya masih kurang bahkan sulit sekali.
3. Program Nusantara Sehat berfokus untuk melakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan primer, jadi tidak hanya pada kegiatan kuratif saja tetapi juga berupaya menggerakkan serta meningkatkan kegiatan promotif dan preventive pada pemberian pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Program Nusantara Sehat merupakan bentuk kegiatan yang mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang memiliki tujuan untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan juga mandiri serta pemerataan pelayanan kesehatan pada wilayah-wilayah di Indonesia.
4. Penguatan pemberian pelayanan kesehatan primer tidak hanya diberikan di daerah kota-kota besar saja, tetapi juga mengutamakan pelayanan kesehatan primer dengan memberikan kemudahan akses pelayanan bagi daerah-daerah terpencil yaitu DTPK (Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan) yang selama ini kurang mendapatkan perhatian untuk kemudahan akses pelayanan kesehatan.
5. Kemudian, penempatan tenaga kerja di daerah-daerah yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan dilakukan dengan berbasis tim melalui pembagian wilayah kerja di setiap puskesmas di berbagai Propinsi. Anggota tim yaitu tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.
6. Tenaga kesehatan berbasis tim tidak hanya asal diterjunkan ke wilayah DTPK dan DBK, tetapi seluruh peserta diberi pembekalan materi bela negara, keahlian medis dan non-medis, pengetahuan tentang program – program kesehatan. Selanjutnya mereka juga diberikan pemahaman mengenai budaya-budaya lokal agar mereka dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat dan masyarakat sekitar di daerah penempatan.