Friday, May 12, 2017

PERANAN PROGRAM PKPR (PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA) TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KECAMATAN BULELENG

Salah satu upaya pemerintah dalam menangani permasalahan remaja adalah dengan pembentukan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Program ini dapat dilaksanakan di Puskesmas, Rumah Sakit atau sentra-sentra dimana remaja berkumpul seperti mall.
Berdasarkan wawancara dengan pemegang program PKPR yang sudah terlaksana hingga saat ini adalah:
1) Penyuluhan dan pemberian KIE;
2) Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukannya;
3) Konseling
4) Pelatihan KKR dalam bentuk pendidikan keterampilan hidup sehat
5) Pelayanan rujukan dan pengambilan darah VCT.
Program yang belum terlaksana adalah kegiatan pembentukan konselor sebaya. Ketidakterlaksanaan pembentukan konselor sebaya ini disebabkan oleh adanya program yang tumpang tindih dengan KPA dan KB.
Kurangnya pengetahuan remaja mengenai keberadaan PKPR ini berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan, konseling dan penyuluhan mengenai kesehatan remaja. Kendala yang ditemui adalah kondisi tenaga pelaksana, waktu dan biaya tidak sesuai dengan cakupan wilayah kerja Puskesmas, sehingga masih ada daerah yang belum mendapatkan pelayanan ini. Evaluasi terhadap pencapaian target atau keberhasilan program adalah melalui laporan bulanan dan laporan semester, cakupan pasien di VCT, pembentukan konselor remaja, pelaksanaan penyuluhan ke sekolah-sekolah tiap tahun ajaran baru.
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatannya serta efektif dan efesien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. 

Bondan Wahyu Dwi Alriyanti
1400029098
AKK (B)