Saturday, May 13, 2017

Tugas AKK Kelas B , Dewik Sundari, 1400029152

Kebijakan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) merupakan salah satu instrumen  internasional yang disusun oleh negara-negara anggota WHO dalam upaya mengendalikan tembakau, dimana tembakau merupakan penyebab masalah kesehatan terbesar didunia. Menurut data WHO, Indonesia merupakan negara  ke-tiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia, setelah Cina dan India. Angka kerugian akibat merokok setiap tahun mencapai U$ 200 juta dolar, sedangkan angka kematian akibat penyakit yang diakibatkan merokok terus meningkat. Hasil analisis dari data Riskesdas tahun 2007 atau 2013, dan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013  terjadi peningkatan proporsi masyarakat yang merokok tiap hari dari tahun 2007 ke tahun 2013 yaitu 23,7% menjadi 24,3% (Infodatin Kemenkes). Indonesia adalah salah satu negara yang tidak menandatangani kontrak kesepakatan framework convention of tobacco control (FCTC), sehingga tidak mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melarang atau mengendalikan peredaran rokok di negaranya. Pemerintah indonesia belum menandatangani terkait dengan kebijakan FCTC karena harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti sektor kesehatan dan perekonomian. Perusahaan rokok memberikan APBN yang sangat untuk negara sehingga dapat meningkatkan perekonomian indonesia, karena dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. Sedangkan dari sektor kesehatan, rokok merupakan masalah utama penyebab penyakit. Dampak negatif rokok tidak hanya dari segi kesehatan, tapi telah menyangkut sosial, ekonomi dan intelegensia. Dampak sosial di antaranya adalah hilangnya rasa nyaman bagi orang yang tidak merokok, hilangnya hak asasi seseorang terhadap udara segar, bebasnya remaja merokok di jalanan walaupun masih menggunakan seragam sekolah dan tidak sedikit terjadinya kebakaran dikarenakan putung rokok yang dibuang sembarangan sebelum dimatikan. Masalah ekonomi keluargapun juga turut terganggu oleh pengeluaran untuk rokok, di mana pengeluaran untuk rokok melebihi pengeluaran untuk kebutuhan lainnya. Bahkan hasil penelitian di Israel menyatakan bahwa salah satu unsur penting dalam meningkatkan kecerdasan orang Yahudi adalah dengan menjauhkan ibu hamil dan bayi (anak) yang dilahirkannya dari asap rokok.