Monday, May 22, 2017

Evaluasi Kebijakan 1000 Hari Pertama Kehidupan

Evaluasi Kebijakan 1000 Hari Pertama Kehidiupan

Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) adalah periode yang dimulai sejak terjadinya pembuahan dan diakhiri sampai anak berusia 2 tahun. Seribu hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan. Periode ini disebut periode emas (golden period). Maka, nutrisi selama periode ini sangat penting karena akan menunjang proses tumbuh kembang anak.
Proporsi konsumsi zat besi pada ibu hamil dan pemberian ASI eksklusif menurut Riskesdas 2013 sebesar 15,4% dan 38%. Angka ini masih tergolong rendah dan tidak menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan hal tersebut, dapat terlihat bahwa nutrisi selama kehamilan dan bayi (seribu hari pertama atau 1000 HPK) yang tidak optimal akan mengganggu tumbuh kembang anak tersebut. Kegagalan tumbuh kembang akibat ketidakseimbangan nutrisi pada 1000 HPK akan berakibat pada fizik anak yang tidak normal, kecerdasan anak yang rendah, daya tahan tubuh anak yang lemah dan berakibat pada gangguan metabolic sebagai salah satu resiko penyakit tidak menular. Masalah ini sulit terselesaikan karena terbatasnya kecukupan dukungan sarana, prasarana, dan tenaga; keterpaduan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelayanan, monitoring, dan evaluasi; kurangnya pemberdayaan masyarakat; kurangnya pemahaman dan kesepakatan tujuan bersama akan pentingnya menangani masalah 1000 HPK; terbatasnya kemampuan masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang ; juga terbatasnya jangkauan daerah yang mendapatkan kegiatan 1000 HPK.
Terdapat 2 upaya gizi agar tumbuh kembang anak optimal yaitu dengan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Jenis intervensi gizi spesifik yaitu kegiatan yang ditujukan khusus untuk kelompok 1000 HPK. Kegiatan ini pada umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan. Intervensi spesifik bersifat jangka pendek dan berdampak langsung terhadap nutrisi 1000 HPK. Sedangkan, intervensi gizi sensitif adalah kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan yang ditujukan pada masyarakat umum, tidak khusus untuk 1000 HPK. Intervensi gizi spesifik selama 1000 HPK adalah :
·         Untuk ibu hamil yaitu suplementasi besi folat minimal 90 tablet, periksa kehamilan minimal 4 kali, imunisasi tetanus toksoid (TT), pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, penanggulangan cacingan pada ibu hamil, pemberian kelambu dan pengobatan bagi ibu hamil yang positif malaria;
·         Untuk kelompok 0 – 6 bulan yaitu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, inisiasi menyusui dini (IMD), promosi menyusui ASI eksklusif (konseling individu dan kelompok), imunisasi dasar, pantau tumbuh kembang secara rutin setiap bulan, dan tangani bayi sakit secara tepat;
·         Untuk kelompok usia 7 – 24 bulan yaitu berikan makanan pendamping (MP) ASI, ASI diteruskan sampai usia 2 tahun atau lebih, kapsul vitamin A, lengkapi imunisasi dasar, pantau tumbuh kembang secara rutin setiap bulan, tangani anak sakit secara tepat, suplementasi zink, pemberian obat cacing, fortifikasi besi.

Program intervensi gizi sensitif adalah :
1)      Penyediaan air bersih dan sanitasi, 2) Ketahanan pangan dan gizi dengan : menjamin akses pangan yang memenuhi kebutuhan gizi terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak; menjamin pemanfaatan optimal pangan yang tersedia bagi semua golongan penduduk; dan memberi perhatian pada petani kecil, nelayan, dan kesetaraan gender; 3) Keluarga berencana (KB); 4) Jaminan kesehatan masyarakat; 5) Jaminan persalinan universal; 6) Fortifikasi pangan; 7) Pendidikan gizi masyarakat; 8) Intervensi gizi untuk remaja perempuan; 9) Pengentasan kemiskinan (program beras miskin dan program keluarga harapan agar dapat dijangkau seluruh anggota masyarakat tidak mampu.





Nama               : Herdianti Agustin (1500029275)
Kelas               : A